CCTV Trending di Twitter, Begini Sejarah Kemunculannya

Kamera pengawas atau close circuit television ( CCTV) menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan warganet di Twitter.
Kata kunci CCTV bahkan menempati jajaran trending topik, dengan 44,1 ribu twit hingga Selasa (8/12/2020) pukul 11.23 WIB. Ramainya perbincangan tentang CCTV tersebut tak terlepas dari peristiwa penembakan 6 orang simpatisan Rizieq Shihab hingga tewas yang dilakukan polisi.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/12/2020) dini hari di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.
Setelah itu polisi berencana menunjukkan bukti rekaman kamera yang didapat dari CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengaku telah mengumpulkan bukti rekaman kamera pengawas terkait peristiwa itu.
“Nanti akan kami kasih lihat bukti dari rekaman (kamera) CCTV-nya,” kata Yusri.

Sejarah CCTV

Dilansir PCR, 2 September 2014, penggunaan teknologi CCTV yang paling awal tercatat terjadi di Jerman pada 1942.
Sistem CCTV dirancang insinyur Walter Bruch. Kala itu, CCTV dipersiapkan untuk memantau peluncuran roket V-2.
Berkat teknologi itu, para insinyur bisa memantau peluncuran roket dengan aman dari dalam laboratorium, tanpa harus terjun ke lapangan.
Pada 1949, teknologi CCTV kemudian mulai digunakan untuk penggunaan komersil.
Perusahaan asal Amerika Serikat, Vericon, mulai mempromosikan CCTV kepada khalayak luas.
Meski demikian, teknologi CCTV pada saat itu belum memungkinkan adanya rekaman video.
Namun CCTV hanya terdiri dari kamera dan monitor, serta harus diawasi secara langsung.

Mulai merekam video

Perkembangan pesat CCTV terjadi ketika rekaman kaset video (VCR) tersedia secara luas sekitar tahun 1970.
Teknologi VCR lantas diaplikasikan ke dalam sistem pengawasan CCTV, dan menawarkan cara baru untuk menggunakan kamera pengawas.
Orang tidak perlu lagi memantau layar secara langsung. Sebaliknya, sistem dapat diatur dan dibiarkan berjalan sendiri.
Pengguna kemudian dapat meninjau informasi yang direkam sesuai keinginan mereka. Hal ini membuat CCTV menjadi populer di kalangan pebisnis.
Teknologi CCTV saat itu juga masih belum sempurna, sebab kaset harus diganti secara teratur atau diformat ulang.
Jika pengguna ingin merekam video dalam rentang waktu lama, mereka harus menyiapkan kaset dalam jumlah banyak.

Rekaman digital dan terkoneksi internet

Kendala itu kemudian berhasil diatasi setelah muncul teknologi perekam video digital (DVR) sekitar tahun 1990. Itu juga membuat sistem CCTV menjadi lebih sederhana dan mudah digunakan.
Sistem digital juga telah menghilangkan kebutuhan akan kaset video, yang berarti pengguna tidak perlu lagi menyiapkan kaset dalam jumlah banyak untuk menyimpan informasi.
Setelah DVR, tidak butuh waktu lama bagi teknologi CCTV untuk semakin berkembang dengan kehadiran perekam video jaringan (NVR) pada 1996.
Sistem ini bekerja dengan merekam dan memproses video di kamera dan kemudian mengirimkan rekaman ke NVR menggunakan internet.
Oleh karena itu inovasi ini sangat berguna untuk perusahaan yang memiliki cabang di banyak lokasi.
Karena, memungkinkan pengguna mengawasi berbagai tempat dalam satu waktu, selama sistem CCTV terhubung dengan internet.

CCTV untuk pengawasan

Salah satu negara yang secara aktif menggunakan CCTV untuk sistem pengawasan adalah Inggris.
Dikutip dari Harian Kompas, 15 September 2004, hampir 80 persen kawasan di Inggris sudah diawasi dengan kamera CCTV.
Tidak hanya di stasiun bawah tanah, namun juga di tempat parkir, gedung, tempat pengambilan uang tunai, bahkan di perempatan jalan raya ada kamera CCTV.
Setelah penemuan CCTV pada 1942 oleh Walter Bruch, Pemerintah Inggris memasang kamera pengawas di stasiun-stasiun kereta api di London pada 1961.
Pada 1967, kamera CCTV sederhana sudah dapat dijumpai di berbagai toko untuk mengawasi pencuri dan juga pembeli yang mengambil dagangan tanpa membayar.
Pada 1996, Pemerintah Inggris membelanjakan lebih dari tiga perempat anggaran pencegahan tindak kriminal untuk CCTV.
Kemudian pada 1997, CCTV kepolisian Inggris sudah terkait dengan komputer sehingga bisa mengenali pemilik kendaraan dari pelat nomornya.
Sistem CCTV di Inggris pada 1998 sudah dilengkapi software yang bisa mengenali wajah.

Source

Perampokan tambak 4 kuintal udang mati diracun di pandeglang, terekam CCTV

Polisi saat olah TKP di lokasi tambak udang di Cikeusik, Pandeglang

Aksi perampokan di tambak udang milik Jun Koo Soo yang berada di Kampung Cibutun, Desa Tanjungan, Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Tambak udang milik pengusaha asal Korea Selatan itu diracun hingga menyebabkan 4 kuintal udang mati mendadak. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek setempat untuk ditindaklanjuti dengan nomor laporan STPL/02/1/2021/Banten/Res Pdg/Sek Cikeusik.

Bahkan, aksi perampokan di tambak udang terekam oleh kamera pemantau yang ada di lokasi. “Saat perampokan terjadi ada rekaman CCTV, rekamannya juga sudah diserahkan kepada pihak kepolisian,” kata Mr Jun dari keterangannya.

Berdasarkan rekaman kamera pemantau terlihat aksi perampokan ada indikasi orang dalam yang terlibat. Jun berharap Polisi segera melakukan tindakan tegas agar kasus perampokan dan peracunan di tambak udang tidak lagi terjadi di Cikeusik. “Saya minta Polisi menindaklanjuti informasi saya dengan mengusut tuntas masalah ini. Sehingga saya tenang dalam mengelola usaha ini,” ujar Jun.

Sering terjadi perampokan Menurut Jun, para pengusaha tambak di wilayah Cikeusik, Pandeglang, Banten mengeluh sering terjadinya perampokan terhadap usaha tambak mereka. Padahal, dirinya berencana memperbesar usahanya di Indonesia dengan memberdayakan warga sekitar untuk bekerja di tambaknya.

Namun, rencananya urung karena takut di wilayah Cikeusik dianggap kurang aman karena sering terjadi aksi perampokan. “Kerap terjadi perampokan termasuk tambak-tambak lain diatas tambak milik saya juga pernah dirambah perampok,” tandasnya.

Ditangani Polres Pandeglang

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi membenarkan adanya laporan perampokan di tambak udang di Pandeglang. Laporan tersebut, kata Edy, sudah ditindaklanjuti dan ditangani oleh jajaran Polres Pandeglang untuk menangkap para pelaku. “Laporan itu sudah ditindak lanjuti oleh Kapolres Pandeglang dengan menerjunkan personil untuk olah TKP, melakukan pemeriksaan saksi dan korban,” kata Edy kepada Kompas.com di Mapolda Banten.

Source

Viral, Polisi Gagal Tilang Pengendara di Tol Gara-gara Punya CCTV

Viral polisi saat menilang pengendara roda empat

Viral di media sosial Twitter, video seorang oknum anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) hendak menilang seorang pengemudi mobil. Namun, polisi itu batal karena mengetahui terekam dalam kamera Closed Circuit Television (CCTV) milik si pengemudi.

Video itu berdurasi sekitar 1 menit 44 detik. Awal video, si pengemudi memang sudah mengambil lajur kiri meski jalan terbagi dua.

Nah, setelah mengambil lajur kiri, tiba-tiba laju kendaraannya diberhentikan salah seorang oknum polisi lalu lintas dari satuan PJR tersebut. Sebenarnya ada dua oknum, tapi hanya satu orang saja yang mendatangi si pengemudi.

“Selamat pagi bapak, mohon izin bapak melanggar marka. Memotong, dari tengah memotong langsung ke kiri. Mohon izin bisa diperlihatkan surat-suratnya,” kata petugas tersebut seperti dikutip dalam video, Senin 8 Februari 2021.

Mendapat pertanyaan itu, si pengemudi pun menjawab dengan menyebut namanya. Dia pun memperlihatkan surat-surat mengemudinya. Ada Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang ditunjukan ke petugas tersebut.

Setelah menerima surat-surat itu, si oknum pun bertanya ke pengemudi yang mau ditilang SIM atau STNK-nya.

“Pak Dimar, mohon izin karena bapak sudah melanggar, SIM atau STNK bapak yang mau ditilang?” katanya bertanya.

Namun, si pengemudi meyakini si oknum petugas kalau dirinya tak melanggar marka jalan. “Saya nggak melanggar lho pak. Saya melihat itu belum ada yang garis segitiga itu,” kata si pengemudi.

“Ini terlihat jelas pak, bapak yang mengendarai,” jawab si oknum petugas.

Untuk meyakini petugas, si pengemudi bersedia menunjukkan rekaman kamera CCTV-nya selama mengemudi sebagai bukti tidak ada marka yang dilanggar. “Ini pak saya ada CCTV, saya lihat di sini,” sebut si pengemudi.

Mendengar pernyataan itu, si oknum polisi langsung gagap menjawab. Sempat ia menjawab dengan sepatah kalimat sanggahan dengan bilang berdasarkan pengamatannya memantau pengendara.

“Begini pak. Saya lebih ininya lagi lho. Mau ke mana bapaknya?” ujar si oknum petugas.

“Saya mau pulang pak, habis antar istri sama anak,” jawab si pengemudi.

Tak lama kemudian, ia mempersilakan si pengemudi kembali meneruskan perjalanannya dan urung melakukan penilangan. “Ya udah jalan,” kata si oknum petugas menjawab lagi.

Pengemudi tersebut pun kembali melanjutkan perjalanannya.

Source

Pentingnya Sistem Keamanan terhadap Sosial Distancing

Dalam skala global, virus corona telah membangun kembali masyarakat kita dari bepergian hingga berbelanja, dari jarak sosial hingga keamanan dan pengawasan.

Peningkatan pesat dalam perubahan langkah-langkah keamanan terlihat jelas. Sistem keamanan yang dapat mendeteksi suhu dan membatasi pintu masuk berdasarkan perbedaan suhu.

Selain itu, analitik video, sistem kontrol akses, keamanan bel pintu, tonggak listrik, pemantauan jarak jauh, sistem pemantauan alarm membantu pemilik rumah dan bisnis menerima pemberitahuan pemberitahuan waktu nyata ke perangkat ponsel cerdas mereka. Pemantauan semacam itu membuat pengguna mengetahui semua pengunjung dan segala hal lainnya mulai dari pengiriman barang hingga bahan makanan.

Selanjutnya, integrasi dan otomatisasi keamanan rumah dan bisnis oleh penyedia keamanan mengotorisasi sistem keamanan dan menurunkan risiko transmisi COVID-19.

Anda Dapat Mengontrol Aktivitas Berikut dari Jarak Jauh:

  • Mengidentifikasi Batasan Kerumunan Melalui Analisis Video
  • Memantau Kamera CCTV Bel Pintu untuk Pengiriman yang Diharapkan
  • Mengatur Pemanasan & Pendinginan Dengan Kamera Pencitraan Termal
  • Menambahkan Kunci Cerdas untuk Pencegahan & Kontrol Masuk
  • Menambahkan sistem interkom Pintu Audio untuk memungkinkan komunikasi tanpa kontak
  • Sistem Kontrol Akses Pintu Untuk Menghitung Jumlah Orang yang Masuk
  • Mengontrol Peringatan Dengan Mempersenjatai atau Melucuti Sistem Alarm Keamanan dari Jarak Jauh

Source

Pemasangan Thermal Scanner CCTV di Masjid Raya Al-Azhom Tangerang

Ditengah pandemi COVID-19, Masjid Al-Azhom Tangerang telah dilengkapi Thermal Scanner CCTV untuk memaksimalkan protokol kesehatan para jamaah. Alat yang dipasang yaitu alat pengukur suhu tubuh yang ditempatkan pada pintu utama memasuki masjid, sehingga dapat memantau suhu tubuh para jamaah saat memasuki Masjid Al-Azhom.

Menurut Rofiki, pihak pengurus Masjid Al-Azhom, Jumat (4/12/2020) mengatakan “Dua buah alat untuk mengukur suhu tubuh para jemaah masjid Raya Al-Azhom menggunakan alat yang canggih yaitu Thermal Scanner CCTV.”

“Tentunya kita berharap alat ini dapat mendeteksi penyebaran virus COVID-19, dengan lebih akurat dan lebih praktis lagi. Karena sebelumnya masih dengan cara manual.” ujarnya.

Pemasangan Thermal Scanner CCTV tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu Dokter CCTV yang ingin memberikan kontribusi berupa bantuan atas pengukuran suhu tubuh untuk para jamaah di Kota Tangerang.

Owner Dokter CCTV, Bapak Medy Yanuar Irawan mengatakan, pemasangan Thermal Scanner CCTV untuk para jamaah masjid kebanggaan warga Kota Tangerang itu bermula saat dirinya hendak shalat. Namun pengukuran suhu tubuh masih menggunakan Thermalgun secara manual.

Alat tersebut akan dioperasikan selama pandemi COVID-19. Kendati peminjaman Thermal Scanner CCTV itu secara sukarela tanpa adanya imbalan apapun. Thermal Scanner CCTV ini bisa mendeteksi suhu tubuh sekaligus untuk para jemaah yang melintasi pintu masuk yang berjarak sekitar 5 meter.

Ada sebanyak 12 orang petugas Dokter CCTV yang memasang Thermal Scanner CCTV dan dibantu oleh pihak pengurus Masjid Raya Al-Azhom guna mengawasi suhu tubuh para jemaah. “Ini yang pertama kita pasang di Kota Tangerang yaitu di Masjid Raya Al-Azhom, semoga ini bermanfaat,” pungkas Bapak Medy Yanuar Irawan selaku owner Dokter CCTV.

Tentang Dokter CCTV

Dokter CCTV saat ini memiliki 3 cabang yang tersebar di wilayah Tangerang yaitu Gading Serpong, Supermal Karawaci dan Cikupa.
Untuk info pembelian dan pemasangan CCTV dapat menghubungi Nomor Whatsapp Dokter CCTV : 0813-8720-0061
Selain pemasangan dan perbaikan CCTV kami juga melayani instalasi listik, fiber optik, instalasi data center, mekanikal electrical untuk listrik dan Telepon PABX.

Source : TangerangNews.com

Ini Dia Keunggulan IP Cam atau Smart Cam Imou Dibandingkan CCTV Analog

Sebagai kamera pengawas, ada perbedaan signifikan antara Closed-Circuit Television (CCTV) dan IP Cam (Internet Protocol Camera) atau Smart Cam atau WiFi Cam. CCTV yang mengandalkan sinyal analog dan IP Cam seperti Imou yang mengandalkan koneksi internet, memiliki tingkat ketajaman, analisis video hingga efisien berbeda.

Misalnya kualitas gambar, IP Camera jauh berkualitas dibandingkan CCTV analog biasa. Bahkan bisa dikatakan kualitas gambar terbaik CCTV pun masih kalah dengan kualitas IP Camera yang paling rendah. Dari segi analisis video, tidak seperti CCTV yang hanya menyimpan hasil rekaman selama beberapa saat, IP Camera mampu menyimpan hasil rekaman lebih lama sehingga proses analisis video lebih mudah dilakukan.

Kemudian dari sisi efisiensi, IP Camera juga lebih efisien daripada CCTV analog. Anda akan menemukan banyak sekali perangkat keras dan kabel jika menggunakan CCTV analog. Belum lagi konfigurasi yang sulit antara DVR dan setiap kamera yang terhubung sekaligus dengan monitornya. Hal itu tidak terjadi di IP Camera. Anda hanya perlu menyetel switch, yang akan langsung ditransfer ke Network Video Recorder. Dengan begitu, IP Camera menjadi lebih simpel dan ringkas.

Keunggulan IP Cam ini membuatnya lebih cocok digunakan untuk mengawasi rumah, kantor, gudang atau tempat-tempat lain secara smart. Apalagi dewasa ini banyak perumahan dibangun dengan konsep smart home, yang terkoneksi dengan internet dan teknologi mutakhir.

“IP Cam Imou punya field of view luas, zoom lebih besar, dan audio sudah full duplex. Ini tidak akan ditemukan di CCTV. Jadi ini cocok untuk keluarga yang memilki rumah dan mau memasang kamera pengawas pintar di rumah. Fleksibilitasnya antara lain bisa dikoneksi melalui berbagai device,” kata Siti Li, Regional Head of Imou South Pacific, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, sistem Imou mudah diatur dan dihubungkan dengan SmartHome. Menyediakan keamanan sepanjang waktu, sistem Imou menawarkan keandalan dan fitur yang profesional. Mudah ditambahkan ke sistem keamanan yang sudah ada, sistem Imou adalah pilihan yang cerdas. Ini seperti menambahkan penjaga keamanan 24 jam selama 7 hari untuk Anda.

Imou Cloud menggunakan enkripsi tingkat tinggi untuk melindungi privasi Anda, yang mana tidak ada orang lain yang dapat melihat data pribadi Anda. Memberi tahu Anda jika terjadi sesuatu, menyiapkan zona aktivitas Anda sendiri, dan mengaktifkan deteksi orang untuk menerima peringatan yang sangat penting.

Video disimpan di cloud. Semua video dapat dienkripsi dengan kata sandi yang disesuaikan untuk memberikan lapisan keamanan ekstra. Gunakan Echo Show atau Google Home untuk mengontrol kamera Imou yang mendukung Wi-Fi, cukup minta perangkat Anda untuk menampilkan kamera halaman belakang, kamera pintu depan, atau di mana pun Anda memasang kamera Imou.

Didukung Dahua Technology

Imou, kata Siti Li, memiliki ragam varian IP Cam berkualitas yang ditawarkan untuk beragam keperluan dan memungkinkan setiap orang menjalankan hidup secara nyaman dan aman. Karena didukung oleh Dahua Technology, produsen CCTV terbesar kedua di dunia.

Beberapa produk IP Cam Imou yang terlaris dan tersedia di pasar Indonesia, antara lain Outdoor Monitoring seperti New Bullet dan Bullet 2. Atau Indoor Monitoring, seperti Cue 2, Ranger 2, dan Ranger 2S.

Untuk bisa membedakan keunggulan IP Cam dibandingkan CCTV biasa, bisa dilihat dari kinerja IP Cam Imou tipe New Bullet dengan kualitas Full HD, 1080P, IP67 Waterproof serta fitur active deterrence canggih, yang tidak akan bisa diberikan CCTV biasa.

Imou New Bullet ini antara lain memberikan pemantauan langsung 2 MP, mendukung video kompresi H.265 terbaru yang dapat menghemat hingga 50 persen bandwidth dan penyimpanan. Dengan sertifikasi IP67, kamera dapat digunakan di luar ruangan dalam kondisi cuaca yang ekstrem.

“IP Cam Imou New Bullet memiliki fitur pencegahan aktif, dengan lampu sorot internal dan suara sirene keamanan 110 dB menakuti orang asing yang tidak diinginkan sebelum memasuki rumah. Kemudian deteksi PIR mengurangi peringatan palsu. Ini tidak akan kita temui di CCTV biasa,” ucapnya.

Imou didirikan pada 2014, sebagai anak perusahaan Dahua Technology, perusahaan produsen CCTV terbesar kedua di dunia. Produk dan jasa Dahua sudah digunakan di 180 negara dan kawasan di dunia. Dahua dikenal luas sebagai perusahaan yang memiliki research and development terkemuka di dunia dalam bidang teknologi IoT.

Source

Aneka Cara Perusahaan Hadang Wabah Covid

Beragam cara dilakukan kalangan korporasi dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perusahaan. Masing-masing membuat protokol dan strategi sendiri untuk mengamankan internalnya. Setidaknya itu tergambar dari hasil wawancara SWA dengan kalangan pimpinan di beberapa perusahaan.

       PT Agriculture Construction Company Limited (Grup Agricon) yang berbisnis di bidang kimia pertanian, misalnya, juga dengan sigap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya. Menurut Harlan Bengardi, Senior Vice President Grup Agricon, pihaknya sudah menyesuaikan sejumlah aktivitas sebagai upaya mencegah penularan satu bulan sebelum pemerintah mengumumkan secara resmi bahwa Indonesia terkena wabah Covid-19.

       Inisiatif tersebut, di antaranya, membatalkan sejumlah perjalanan dinas yang sudah menjadi agenda rutin, baik di dalam maupun di luar negeri. Juga, membatasi kunjungan tamu —mitra prinsipal— Agricon dari luar negeri. “Agenda meeting dengan mitra bisnis di luar negeri kemudian dilakukan secara virtual,” kata Harlan.

       Pihaknya juga membentuk grup WA, dengan anggota dari manajemen dan dua layer di bawahnya, untuk merumuskan protokol kesehatan, baik untuk karyawan di kantor, pabrik, maupun lapangan. Hasilnya kemudian disosialisasikan lewat berbagai platform komunikasi.

       Yang cukup unik, pihaknya terpaksa memproduksi sendiri cairan desinfektan dan hand sanitizer karena kelangkaan kedua produk tersebut di pasar. “Karena kami memang basisnya adalah perusahaan kimia. Jadi, kebetulan kami punya stok bahan baku untuk membuat hand sanitizer dan desinfektan, diproduksi untuk dipakai sendiri,” kata Harlan. Pihaknya juga menyediakan masker bagi seluruh karyawan.

       Yang pasti, sejak awal beberapa bagian atau divisi diinstruksikan untuk bekerja dari rumah, terkecuali karyawan yang di pabrik; mereka tetap masuk, tetapi harus disiplin mengikuti protokol kesehatan. Karyawan pabrik pun diberi tambahan vitamin untuk menjaga kesehatan.

       Grup Panorama (Panorama Tour) yang berbisnis di bidang travel dan wisata punya cara tersendiri dalam menghadapi Covid-19. A.B. Sadewa, VP Brand & Communications Grup Panorama, menjelaskan, perusahaannya telah membuat protokol lengkap untuk gedung kantor dan kendaraan. Semuanya dirangkum dalam satu program yang diberi nama Panorama SIAP. SIAP adalah singkatan Sehat,  Indah, Aman, Peduli, yang merupakan wujud pertalian dari protokol kesehatan dan Sapta Pesona.

       Dalam kerangka tersebut, ada tiga bagian, yakni Kesiagaan Operasional, Kesiagaan Mitra, dan Kesiagaan Internal. Kesiagaan Operasional meliputi pemandu wisata, penanganan bandara, rumah sakit rujukan/klinik, kebersihan, dan perlengkapan new normal seperti masker, thermo gun, pelindung wajah, hand sanitizer, desinfektan, sarung tangan, serta pelacakan kontak dengan sistem scan barcode sebelum masuk dan keluar kawasan wisata.

       “Pemandu dan staf mitra kami harus memakai masker, baik itu medis maupun kain. Mitra kami juga memakai alat pelindung tambahan, sepert face shield dan sarung tangan. Kemudian, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk semua tamu di kawasan wisata/hotel/restoran dan ruang publik lainnya. Di setiap area publik dan transportasi juga disediakan hand sanitizer serta rutin disemprot desinfektan,” papar Sadewa.

       Ia menambahkan, hingga saat ini program Panorama SIAP secara disiplin sudah dilakukan dan bisa men-screening kesehatan karyawan yang sudah aktif bekerja. Sehingga, diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19 kepada stakeholder, baik pelanggan, karyawan, maupun mitra bisnis.

       Lain lagi dengan kiat yang dijalankan grup perusahaan yang berbisnis di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa, Sambu Group atau Pulau Sambu. Awal Maret 2020, kata Manajer Komunikasi Korporat Sambu Group, Dwianto Arif Wibowo, pihaknya langsung membentuk tim gugus tugas yang secara proaktif merumuskan tindakan pencegahan penyebaran virus, baik di lingkungan kantor maupun pabrik.

       Setiap gugus tugas terdiri dari bermacam departemen dan langsung melapor kepada pemimpin usaha di setiap pabrik ataupun lokasi usaha. Dengan koordinasi yang simultan, diharapkan gugus tugas efektif melakukan edukasi, sosialisasi, sekaligus mitigasi kasus penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perusahaan.

       Produsen santan merek Kara itu memiliki tiga pabrik yang berlokasi di Kuala Enok, Sungai Guntung, dan Pulau Burung (Provinsi Riau). Meski terletak di remote area dan jauh dari zona merah penyebaran virus, Sambu Group memprioritaskan protokol kesehatan yang ketat untuk melindungi kurang-lebih 20 ribu karyawannya. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman adalah protokol utama yang diterapkan. Perusahaan juga menerapkan kebijakan work from home, terutama di kantor yang berlokasi di Jakarta.

       “Di Jakarta, kami upayakan jumlah karyawan yang masuk kantor di bawah 25%. Yang berangkat kerja menggunakan transportasi umum juga kami sediakan fasilitas antar-jemput di beberapa titik,” kata Arif. Sambu Group juga aktif menyemprotkan desinfektan di semua ruangan, baik ruangan kantor maupun produksi, untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi ataupun penyebaran virus. Bahkan, juga membangun area karantina untuk mengantisipasi kemungkinan ada karyawan yang terinfeksi tanpa gejala.

       Tidak hanya memperhatikan tempat kerja, Sambu Group juga mengontrol lini produksi agar benar-benar sehat. “Quality control ini kami lakukan mulai dari proses produksi. Mulai dari datangnya bahan baku, sudah kami lakukan penyemprotan desinfektan. Kemudian, semua lini produksi selalu kami pastikan higienis dengan penyemprotan desinfektan. Di proses distribusi kepada konsumen, kami pastikan kontainer yang akan digunakan aman,” Arif memerinci.

       Secara umum, kalangan korporasi tak hanya memperhatikan internal perusahaan ketika berusaha mengembangkan strategi menghadang Covid-19. Mereka juga membangun protokol untuk kalangan eksternal guna menutup pintu penularan dari luar perusahaan. Hal itu juga dijalankan manajemen BMW Astra sehingga distributor mobil BMW ini bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi semua pengunjung dan pembelinya.

       Belum lama ini, BMW Astra meluncurkan standar layanan terbaru. “Kita semua terus belajar untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru, bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, namun juga untuk melindungi orang lain. Setelah peluncuran standar layanan yang sesuai dengan protokol kesehatan pada Juli 2020 lalu, kini BMW Astra tingkatkan dengan fasilitas yang lebih mutakhir. Pemeriksaan suhu kini menggunakan kamera pembaca suhu yang secara otomatis mendeteksi suhu tubuh dan memberikan peringatan jika karyawan atau pelanggan tidak menggunakan masker,” kata CEO BMW Astra Fredy Handjaja.

       “Kamera pemindai wajah tersebut juga dapat digunakan untuk absensi karyawan sehingga setiap karyawan yang hadir dapat dilakukan pemeriksaan suhu sekaligus absensi tanpa sentuhan. Dengan penerapan protokol ketat pada karyawan, kami optimistis juga dapat menjaga para pelanggan BMW Astra,” Fredy menambahkan.

       Setelah melakukan pemeriksaan suhu tubuh, pelanggan wajib mengisi data diri dengan scan QR Code pada layar menggunakan ponsel. Cairan pembersih tangan tersedia juga dalam satu alat yang sama. Pelanggan BMW Astra dapat melihat progres servis kendaraan melalui layar monitor di area tunggu yang bertujuan untuk meminimalkan kontak langsung.

       BMW Astra juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh karyawan serta menyediakan vitamin untuk memastikan seluruh tim dalam kondisi prima. “Dalam menerapkan standar layanan baru ini, BMW Astra telah berinvestasi senilai Rp 3 miliar. Ke depan, jika pandemi ini telah berakhir, kami merasa bahwa standar layanan baru ini tetap bisa dilanjutkan demi memberikan rasa nyaman dan aman kepada pelanggan,” kata Fredy.

       BMW Astra saat ini mengelola jaringan yang terdiri dari kantor pusat dan delapan cabang, yang tersebar di lima kota di Indonesia; Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Denpasar. Cabang di Jakarta meliputi Cabang Sunter, Cilandak, Pluit, dan Serpong.

Sementara itu. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang bergerak di bisnis jalan tol juga tak kalah gesit. BUMN ini berusaha memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai langkah, baik di lingkungan kerja, operasional jalan tol, maupun rest area.

Ketua Koordinator Tim Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Jasa Marga, Imad Zaky Mubarak, menjelaskan, fokus utama perusahaannya adalah mengatur sistem dan disiplin karyawan, baik yang bekerja di kantor (work from office/WFO) maupun di rumah (work from home/WFH). Untuk karyawan non-operasional masih diberlakukan ketentuan 50% WFO dan 50% WFH. Dari jumlah 50% WFO pun masih dibatasi lagi dengan pemberlakuan pengaturan jam kerja shift. “Ada pengaturan jam kerja menjadi dua shift, yakni pukul 07.00-07.30 WIB hingga 15.30 WIB dan pukul 10.00 hungga 18.30 WIB,” kata Zaky dalam keterangan tertulisnya.

Seluruh karyawan Jasa Marga back office dan operasional saat ini bisa mengakses absensi digital berbasis lokasi secara online melalui aplikasi JM-Click. Ini merupakan sistem manajemen human capital terintegrasi dengan berbagai fitur, seperti modul pembelajaran mandiri dan performance management.

Selain melakukan tes screening dan desinfektasi rutin bulanan, Jasa Marga juga menerapkan aturan jika ditemukan karyawan yang positif Covid-19. Jika hal tersebut terjadi, akan dilakukan tindakan berupa karantina di rumah sakit rujukan serta diimbau agar keluarga karyawan melakukan karantina mandiri dan melakukan langkah-langkah sebagaimana Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/202/2020 tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan Covid-19. “Selain itu, juga akan dilakukan penutupan kantor untuk sementara waktu, selama tiga hari. Selama tiga hari tersebut, kantor harus dilakukan penyemprotan desinfektan dan dipastikan kantor dalam keadaan sehat, bersih, dan steril,” Zaky menegaskan.

Upaya pencegahan ini terus diperkuat dengan adanya imbauan untuk tidak menerima tamu dari luar kantor, dan diutamakan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi atau melalui media elektronik, seperti Zoom dan Microsoft Teams. “Bila dalam kondisi urgensi yang tinggi harus diselenggarakan pertemuan, tamu dari luar kantor dapat menunjukkan surat keterangan uji rapid test dengan hasil non-reaktif atau surat keterangan uji tes polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negatif yang berlaku 14 hari pada saat pertemuan,” kata Zaky.

Tidak hanya di lingkungan kantor. Jasa Marga pun tetap melayani pengguna jalan. Petugas operasional Jasa Marga, seperti Customer Service SupervisorMobile Customer Service, petugas Jasa Marga Traffic Information Center, serta petugas kendaraan operasional (mobil derek, rescue, dan ambulans) tetap berjalan dengan menjaga pola hidup bersih. Itu didukung dengan penyediaan masker dan hand sanitizer oleh perusahaan.

Jasa Marga juga memastikan rest area beroperasi, dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19, seperti memeriksa suhu bagi pengendara serta penumpang di pintu masuk, menjaga jarak di tenant dan fasilitas lainnya, serta membatasi kapasitas parkir. Zaky mengatakan, “Kami memastikan standar pencegahan penyebaran virus Covid-19 diterapkan bagi pengunjung rest area, para petugas dan seluruh tenant, serta tim pendukung operasional rest area lainnya, termasuk dengan memperbanyak imbauan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui public address dan spanduk.”

Harus diakui, dalam kondisi pandemi, sebuah keuntungan tersendiri bagi kalangan perusahaan yang sebelum pandemi sudah menyiapkan digitalisasi dan membiasakan diri melakukan remote working. Hal itu dialami PT Metrodata Electonics Tbk., perusahaan distributor produk-produk teknologi informasi.

Dijelaskan Susanto Djaja, CEO Group Metrodata, ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan kembali pada pada awal Juni dan pemerintah mengimbau perusahaan untuk mengurangi karyawan yang hadir di kantor hingga 50%, Metrodata yang memiliki 1.600 karyawan tidak terkejut atau tidak bingung. Karena, sejak tahun 2010, 25% dari karyawannya sudah melakukan pola kerja dengan mobile office dan bisa bekerja di mana saja. “Hanya 25% karyawan kami yang bekerja dari kantor,” ujar Susanto. Dengan kata lain, upaya penyesuaian menjadi lebih mudah.

Untuk urusan tanda presensi karyawan, Metrodata juga sudah membuat aplikasi. Karyawan bisa memberitahukan kehadirannya dengan memasukkan suhu tubuhnya dalam aplikasi tersebut. Bahkan, “Untuk mendukung bisnis, kami membuat proses approval melalui digital. Hal ini tentu memudahkan, bisa dilakukan di mana saja,” kata Susanto. Di luar itu, pihaknya juga menutup ruang meeting dan melakukan meeting dalam jaringan (daring atau online).

“Luar biasa, dari amatan saya, ternyata meeting online ini lebih produktif dan (tingkat) kehadirannya lebih tinggi dibandingkan meeting tatap muka. Kami bisa membuat meeting online setiap pukul 08.00 WIB. Kami juga bisa memberikan training online, setiap minggunya lebih dari 10 topik yang kami berikan. Saya melihat ini lebih efektif, mudah, dan efisien,” Susanto menandaskan.

Source

Pandemi Covid-19, Absensi Fingerprint ASN di Maros Bakal Diganti Deteksi Wajah

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros mulai mengganti sistem absensi fingerprint dengan deteksi wajah.
Bupati Maros, Hatta Rahman mengatakan perubahan sistem absensi ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Jadi selama pandemi ini sistem absensi fingerprint dilakukan secara manual karena khawatir kalau sistem absensi melalui alat bisa terjadi penyebaran Covid-19,” ujarnya, Kamis (28/5/2020).
Kalau pakai deteksi wajah kan ASN tidak lagi bersentuhan dengan dengan mesin fingerprint makanya itu menjadi alasan kita mengganti absensi sidik jari menjadi fingerprint,” lanjutnya
Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan uji coba absensi via Handphone.
“Untuk sistem absesnsi ini kita ujicobakan di tiga Organisasi Perangkat Daerah yakni Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Kominfo dan Kantor Sekretariat Daerah Maros, nanti kita lihat mana paling mudah diterapkan,” ungkapnya
Hatta mengatakan sistem absesnsi yang baru ini akan diberlakukan awal Juni mendatang.
“Ini juga sekaligus bahan evaluasi untuk TPP ASN karena kita mau naikkan 20 persen. Nah untuk penilaiannya itu dengan menggunakan absensi. Makanya sebagai alternatif kita akan terapkan absensi deteksi wajah dan aplikasi android supaya tak ada sentuhan dengan alat absensi,” katanya
Sementara absensi via Handphone kata dia, baru bisa dilakukan di area kantor dan menggunakan wifi kantor.
“Untuk HP kita buat aplikasi sendiri tapi kita juga masih ujicoba, dan sistemnya hanya bisa digunakan di area kantor dengan menggunakan wifi kantor. Nanti kita lihat mana efektif,” pungkasnya
Sementara itu Kepala Bidang E Government Dinas Kominfo Kabupaten Maros, Muh Taufan mengatakan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 juga efektivitas kehadiran ASN.
Untuk saat ini kata dia, pihaknya sementara melakukan pengambilan scan wajah untuk para ASN.
“Saat ini baru tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab yang dilakukan pengambilan scan wajah. Seperti Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Dinas Kominfo dan Sekretariat Daerah (Setda) Maros,” jelasnya
Rencananya kata dia absensi perekaman wajah ini akan efektif Juni mendatang.
“Rencananya nanti sekitar 2 Juni absensi perekaman wajah baru efektif,” katanya
Tak hanya itu kata dia, saat ini pihaknya juga tengah melakukan uji coba absensi via Handphone.
“Kita juga sementara ujian coba absesnsi melalui Handphone, tapi karena tidak semua punya HP yang memiliki kamera depan dan Biometrik sehingga mesin finger diefektifkan melakukan perekaman wajah,” tutupnya

Source

 

Aksi Perampasan Motor di Kabupaten Tangerang Terekam CCTV

 

Peristiwa perampasan sepeda motor oleh kelompok diduga gangster di Jalan Salembaran Raya Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, terekam kamera CCTV. Pelaku menggunakan senjata celurit.

 

Kapolsek Teluknaga, AKP Edy Suprayitno menuturkan kejadian itu terjadi pada Minggu (24/1) dini hari.

“Diduga akan melakukan tawuran karena masing-masing membawa sajam (senjata tajam),” kata Edy Suprayitno, Senin (25/1).

 

Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. “Sekarang dalam penyelidikan. Perkembangan kita kabarin, doakan agar bisa terungkap,” jelasnya.

 

Edy mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), aksi tersebut diduga kuat merupakan aksi tawuran. “Karena dilihat CCTV itu motor oranye bawa sajam juga,” jelas Kapolsek.

 

Diterangkan dia, peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/1) sekitar pukul 03.30 WIB. Sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 29 sepeda motor menyerang kelompok lainnya yang hanya empat motor.

 

Kedua kelompok ini sama-sama melengkapi diri dengan senjata tajam (sajam). Adapun kelompok yang jumlahnya kalah banyak tersebut, salah satu sepeda motornya dirampas.

“Kita duga mereka mau tawuran karena mereka kalah kekuatan yang dari sini kan 29 motor, kita cek di situ. Yang motor oranye cuma empat motor mereka. Jadi motor mereka dirampas,” jelas dia.

 

Source

CCTV Rekam Kuntilanak!!

Seorang tukang sayur terekam CCTV tengah bonceng kuntilanak di motornya. Kejadiannya terekam di Kampung Utan, Tangerang Selatan, Banten.

Video kejadian tersebut diunggah akun Instagram @ndorobei dan viral di media sosial.

“kp. Utan jembatan gantung depok .. ceritanya Seorang Tukang sayur dorong , saat ingin Belanja ke Pasar Citayam naik motor .. Sampai Pasar langsung muntah … Ada orang Pasar yg tau lalu di Tanya abis lewat mana…. Akhir Nya dimintai rekaman cctv Sama hansip…dan terlihatlah penampakkannya…”

Demikian keterangan unggahan dari akun Instagram tersebut. Disampaikan bahwa setibanya di pasar, tukang sayur tersebut langsung muntah.

Adapun rekaman CCTV kemudian diminta dari hansip, setelah rekan pedagang menanyakan rute perjalanan dan area yang dilewati.

Namun, dalam video versi lengkap diduga tukang sayur itu ternyata tidak sendirian. Di belakangnya juga tampak ada pengendara lain.

Bila video diputar lambat, ternyata pengendara tersebut membonceng orang, bukan sosok kuntilanak yang sempat dipercaya oleh netizen.

Source