PROMO HIKVISION OKTOBER 2020

HIKVISION

KAMULAH SATU – SATUNYA

Produk CCTV HIKVISION hadir kembali untuk kamu.

Kali ini HIKVISION memiliki promo khusus di bulan Oktober ini.

Jangan salah … HIKVISION Murah Tapi Tidak Murahan

Kualitas CCTV No. 1 dari HIKVISION

No. 1 Worldwide Security Solution Provider

Produk Hikvision juga memberikan kecerdasan bisnis yang andal bagi pengguna akhir, yang dapat memungkinkan operasi yang lebih efisien dan kesuksesan komersial yang lebih besar.

Masih belum berminat?

Kami menghadirkan resolusi HIGH DEFINITION untukmu!

Masih Kurang?

Eits! Tidak hanya itu, harga miring kami berikan pada promo paket channel mulai dari 2 hingga 16 channel !!!

Tuh kan … Masa kamu hanya diam melihat promonya habis sih?! 

Yakin gak mau nih?!

Buruaaannn

jangan sampai kehabisan produknya …

Hanya di Bulan Oktober aja lho!

Untuk Info Lebih Lanjut Mengenai Produk CCTV HIKVISION Dapat Menghubungi Kami di :

0813 8720 0062

0813 8720 0063

0813 8720 0064

Sumber

Bedah Fitur Baru Kamera Canggih Tilang CCTV

Bedah Fitur Baru Kamera Canggih Tilang CCTV

Ilustrasi sistem tilang CCTV. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)Jakarta, CNN Indonesia — Kerja sistem e-TLE (electronic-traffic law enforcement) dari Polda Metro Jaya kini semakin canggih dengan tambahan kamera CCTV baru yang akan dipekerjakan untuk mengawasi 10 titik baru. Kamera anyar ini punya fungsi berbeda dari dua kamera yang sebelumnya sudah digunakan.

Dua kamera sebelumnya sudah resmi beroperasi sejak Oktober 2018, berada di simpang Sarinah MH Thamrin atau persimpangan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kawasan Jalan Merdeka Barat. Kamera ini menggunakan teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR).

Teknologi pada dua kamera ini terbilang sederhana karena hanya bisa menangani tiga kasus pelanggaran lalu lintas, yakni melanggar rambu, melanggar marka jalan, dan menerobos lampu lalu lintas.

Kepala Seksi STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Arif Fazlurrahman menjelaskan pengamatan kamera ANPR terhadap pengguna jalan terbatas. Dia menyebut pengamatan hanya bisa dilakukan dari satu sudut menyesuaikan fungsinya.

Bila terjadi pelanggaran, kamera akan mendeteksi dan merekam informasi pelat nomor yang berada di bagian belakang kendaraan. Seting kamera juga disesuaikan agar tepat mengamati jenis pelanggaran pengemudi di persimpangan jalan.

“Kalau kamera itu (ANPR) melihat mobil dari belakang,” kata Arif melalui telepon, pada Senin (1/6).

Cara kerja kamera ANPR atau biasa disebut ePolice ini punya keterbatasan karena ditempatkan di belakang garis berhenti kendaraan sebelum lampu merah. Sehingga, sudut pengambilan gambar terbatas atau hanya bisa merekam buntut mobil.

Kamera Teknologi Baru

Sedangkan kamera baru di area baru yang disebut check point ini mempunyai fitur lebih banyak. Beda dari ePolice yang diletakkan di persimpangan, kamera check point ditempatkan di ruas jalan.

Menurut Arif sistem itu sengaja diletakkan di ruas jalan agar jenis pelanggaran yang tertangkap lebih beragam. Kamera ini canggih sebab bisa memantau sampai ke kabin mobil untuk mendeteksi pelanggaran pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman dan menggunakan telepon genggam. Selain itu juga bisa memantau pelanggaran aturan nomor plat ganjil-genap dan batas kecepatan. 

Kamera check point ini mengambil gambar dari depan kendaraan dan punya kualitas visual lebih baik. Kamera ini juga bisa merekam pelat nomor kendaraan.

Arif mengatakan, tiga dari 10 check point dilengkapi pengukur kecepatan kendaraan di jalan raya. Sesuai aturan, batas kecepatan di jalan protokol maksimal 50 km per jam.

Ruas jalan yang dipantau kamera ini yaitu di flyover Jalan Sudirman ke Jalan M.H Thamrin dan sebaliknya, serta simpang Sarinah dekat Starbucks.

“Nanti akan ter-capture. Misalnya kalau sekarang fitur tersebut memang belum kami nyalakan karena masih menunggu alatnya datang dari luar negeri. Itu masih dalam proses dan belum kami terapkan,” ungkap Arif.

Belum Bisa Deteksi Wajah

Arif mengklarifikasi kamera check point belum bisa mendeteksi wajah pengendara. Ia menekankan seluruh kamera tilang e-TLE belum memiliki fitur tersebut.

“Wajah, ini kami belum kesana, tapi tidak menutup kemungkinan. Itu kan tinggal platformnya dikembangkan lagi,” ungkapnya.

Menurut dia kamera pendeteksi wajah belum diperlukan karena tujuan polisi saat ini menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Jakarta.

“Ya, karena peruntukan kami fokus ke penindakan pelanggaran lalu lintas. Tidak sampai FR (facial recognition) karena urgensi merekam muka itu bukan untuk menjadi tolak ukur buat kami,” kata Arif. (fea)

sumber :
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190701184411-384-408058/bedah-fitur-baru-kamera-canggih-tilang-cctv

CCTV E-Tilang dengan Fitur Rekam Wajah Pengendara Diterapkan Mulai 1 Juli

CCTV E-Tilang dengan Fitur Rekam Wajah Pengendara Diterapkan Mulai 1 Juli

banner e-tilang
Proses Pelayanan E-Tilang (Liputan6.com/Deisy)

Liputan6.com, Jakarta – Polda Metro Jaya akan memberlakukan tilang elektronik E-TLE (electronic-traffic law enforcement) dengan tambahan fitur baru mulai 1 Juli. Fitur tambahan fitur tersebut bisa melihat di dalam mobil.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf menyatakan, fitur baru yang ditanamkan pada kamera CCTV tersebut, akan merekam pelanggaran yang dilakukan pengemudi secara lebih detail.

“CCTV yang lama sudah bisa mengidentifikasi pelanggar dari belakang, seperti menerobos lampu merah, melanggar marka jalan, kemudian ditambah beberapa fitur yang bisa mendeteksi dari depan,” kata Yusuf.

Fitur baru dalam CCTV tersebut, lanjut Yusuf, akan mengetahui pelanggaran oleh pengemudi di dalam mobil. Misalnya, apakah pengemudi menggunakan sabuk pengaman atau tidak, atau apakah pengemudi menggunakan ponsel saat menyetir.

“Fitur ini juga bisa mengetahui identitas, wajah pengemudi, jadi sudah tidak bisa mengelak lagi,” ujar Yusuf dikutip dari Antara.

Yusuf mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba fitur baru pada teknologi CCTV tersebut sejak 1 bulan yang lalu.

Ia mengatakan bahwa tilang akan sama dengan sistem tilang CCTV yang telah berlaku sebelumnya.

Saat ini, lanjut Yusuf, sudah terpasang 10 kamera CCTV dengan fitur baru tersebut di sepanjang ruas Sudirman-Thamrin


Saksikan video pilihan di bawah ini:

sumber :
https://www.liputan6.com/news/read/4001262/cctv-e-tilang-dengan-fitur-rekam-wajah-pengendara-diterapkan-mulai-1-juli