Pertumbuhan Pasar dan Penjualan Sistem Akses Kontrol Elektronik

Persistence Market Research Merilis Laporan Pasar Baru tentang “Studi Pasar Global tentang Sistem Akses Kontrol Elektronik (EAC): Sistem Biometrik untuk Menyaksikan Pertumbuhan Tertinggi pada 2019,” pasar sistem Kontrol Akses Elektronik global bernilai USD 15.406,1 juta pada tahun 2013 dan diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR 12,6% dari 2014 hingga 2019, untuk mencapai perkiraan nilai USD 31.187,8 juta pada 2019.

Meningkatnya kejahatan dan serangan teror menuntut keamanan kelas atas. Kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih baik untuk mengatasi penipuan, imigrasi ilegal, dan aktivitas kriminal telah mendorong pemerintah untuk berinvestasi dalam sistem keamanan yang lebih baik. Di antara sistem Kontrol Akses Elektronik berdiri terpisah dari sistem keamanan lainnya. Maraknya serangan teroris, vandalisme, dan kekerasan di tempat umum seperti pusat kota, lembaga pendidikan telah menjadikan keamanan sebagai salah satu perhatian utama bagi setiap individu, organisasi dan instansi pemerintah. Keuntungan seperti akurasi tinggi, kenyamanan, dan efisiensi waktu dari sistem Akses Kontrol Elektronik (EAC) meningkatkan daya tariknya di pasar keamanan global.

Meningkatnya serangan teroris, vandalisme, dan kekerasan di tempat umum seperti pusat kota dan institusi pendidikan merupakan beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya permintaan pasar sistem Kontrol Akses Elektronik. Menurut Study of Terrorism and Responses to Terrorism (START), salah satu pelacak terorisme top dunia, pada tahun 2012 terjadi peningkatan 69% dalam serangan teror dan 89% peningkatan kematian yang disebabkan olehnya selama tahun 2011. Meningkatnya kejahatan dan serangan teror menuntut keamanan kelas atas.

Permintaan Contoh Laporan: https://www.persistencemarketresearch.com/samples/2885

Peningkatan perdagangan internasional dan privatisasi telah mempengaruhi pemerintah dan sektor swasta untuk berinvestasi pada fasilitas infrastruktur yang lebih baik. Pembangunan jalan, bangunan tempat tinggal, pusat kesehatan dan lembaga pendidikan diharapkan meningkat di masa mendatang meningkatkan permintaan pasar sistem EAC untuk mencapai tingkat keamanan yang lebih baik. Pemerintah lokal dan nasional telah menginstruksikan sektor swasta untuk berinvestasi dalam sistem keamanan untuk mencegah penduduk dan properti dari tindakan ilegal. Perangkat seluler dengan teknologi sensor yang canggih saat ini sedang mengalami pergeseran menuju sistem biometrik.

Sistem EAC dibagi menjadi tiga teknologi utama, sistem otentikasi (biometrik dan sistem otentikasi berbasis kartu), sistem alarm penyusup dan sistem keamanan perimeter (berdiri bebas, kabel yang terkubur dan sistem keamanan yang dipasang di pagar) dan segmen pengguna akhir (pemerintah, komersial, industri dan perumahan).

Pasar global untuk sistem EAC dalam hal nilai tumbuh dari USD 10,1 miliar pada tahun 2009 menjadi USD 15,4 miliar pada tahun 2013, dan diharapkan tumbuh menjadi USD 31,2 miliar pada tahun 2019 dengan pertumbuhan CAGR 12,6%. Sistem otentikasi (pasar terbesar pada tahun 2013) meningkat sebesar 13,1% CAGR selama 2009-2013 mencapai USD 11,7 miliar pada tahun 2013. Pasar sistem EAC Asia-Pasifik diperkirakan akan mencatat pertumbuhan CAGR tertinggi sebesar 16,7% hingga mencapai USD 9,6 miliar pada 2019. Penggunaan sistem EAC di sektor komersial (end-user terbesar tahun 2013) meningkat sebesar 13.9% CAGR selama 2009-2013 mencapai USD 4,6 miliar pada tahun 2013.

Permintaan untuk metodologi: https://www.persistencemarketresearch.com/methodology/2885

Pasar sistem EAC terfragmentasi dengan beberapa pemain yang beroperasi di tingkat global atau regional, memasok produk sistem EAC (sistem otentikasi, sistem alarm penyusup dan sistem keamanan perimeter). Beberapa perusahaan yang beroperasi secara global dan menyediakan produk dalam ketiga kategori tersebut adalah United Technologies Corporation, Tyco International Ltd., Godrej Industries Limited, dan Cisco Systems, Inc. Terdapat perusahaan yang beroperasi secara global dan menyediakan produk dalam dua kategori seperti Safran SA ( otentikasi dan sistem alarm penyusup), 3M Cogent, Inc. (otentikasi dan sistem keamanan perimeter), Panasonic Corporation (alarm penyusup dan keamanan perimeter), dan Honeywell International Inc. (otentikasi dan alarm penyusup). Beberapa perusahaan beroperasi di tingkat global dan hanya menyediakan satu produk sistem EAC seperti Siemens AG (sistem otentikasi), Hitachi Ltd. (alarm penyusup), dan Magal Security Systems Ltd. (sistem keamanan perimeter).

Source

Terekam CCTV Masjid, Terlihat Seorang Pria Menikam Temannya, Kenapa?

Diduga karena masalah hutang piutang, seorang pria di Kabupaten Pinrang, nekat menikam temannya dengan menggunakan sajam, Jumat (11/12/2020).

Aksi penikaman itu terjadi didepan masjid Raya Pinrang, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang dan terekam CCTV masjid.

Dalam video itu terlihat setelah terlibat adu mulut pelaku menikam korban dengan sajam yang dibawanya. Pelaku bernama Hasbullah (60), warga Teppoe, Kecamatan Patampanua, Pinrang.

Sedangkan korbannya bernama Nasruddin alias Atto (60), warga Jl Elang, Watang Sawitto, Pinrang. Berawal saat mereka selesai melaksanakan salat Asar berjamaah.

Sesuai video yang beredar, di teras masjid, keduanya terlibat cekcok. Pelaku kemudian mencabut badik yang diselip di pinggangnya lalu mengejar korban dan menikamnya hingga tersungkur.

Peristiwa ini dibenarkan Kanit Resmob Polres Pinrang, Aipda Aris, saat dihubungi Tribun, Jumat (11/12/2020) malam. Menurut Aris, korban pun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Lasinrang.

Namun nyawanya tak tertolong. Sementara pelaku mengaku emosi dan tidak terima perkataan korban yang menuduhnya sebagai pencuri lantaran tidak melunasi hutangnya.

Dikutip dari Tribun-timur.com, utang pelaku sekira Rp4 juta terhadap korban. Pelaku langsung menyerahkan diri ke polisi usai kejadian. “Menurut pengakuan pelaku, cekcok berujung penikaman ini karena masalah utang-piutang proyek,” kata Aris.

“Korban menagih utang yang diakui pelaku sebesar Rp 4 juta. Disitu pelaku mengaku sementara menunggu uang dan nanti akan diberikan ke korban,” bebernya.

Menurut Aipda Aris, pelaku beserta barang bukti badik sudah diamankan di Mapolres Pinrang. (*)

Source

Dirut Jasa Marga: CCTV tidak Rusak

Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur
Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur
Foto: republika

Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, 23 dari 277 CCTV di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek tak berfungsi normal saat kejadian bentrok antara polisi dan anggota Front Pembela Islam (FPI). CCTV yang ada di KM48 hingga KM72 itu mengalami gangguan sehingga tak dapat merekam dan mengirimkan gambar.

“23 itu bukan tidak berfungsi, ya, itu hanya pengiriman datanya berapa jam keganggu. Karena mau perbaikan hujan karena itu kan harus dideteksi pakai suatu alat sehingga perlu waktu,” ujar Subakti di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta Pusat, Senin (14/12).

Dia menerangkan, gangguan pengiriman data itu menyebabkan tak terekammya kejadian yang terjadi di ruas jalan tersebut. Namun, dia menyatakan, 254 kamera CCTV lain yang ada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan di setiap gerbang tol berfungsi normal.

“Di lainnya, di gerbang, jangan salah di sepanjang jalur itu kan ada lajur gerbang-gerbang. Bukan hanya yang di lajur-lajur aja tapi di gerbang-gerbang ada semua (rekamannya),” jelas dia.

Komnas HAM hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, dan dirut PT Jasa Marga. Keduanya dimintai keterangan terkait kasus baku tembak laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek. Subakti selaku Dirut PT Jasa Marga hadir sekitar pukul 09.45 WIB.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyatakan, Komnas HAM melalui tim pemantauan dan penyelidikan telah dan sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus yang terjadi pada Senin (7/12) dini hari itu. Tim telah melakukan permintaan keterangan berbagai pihak lainnya, yakni FPI, saksi, keluarga korban, serta masyarakat.

“Tim juga melakukan pemantauan lapangan secara langsung dan sedang memperdalam TKP (tempat kejadian perkara),” kata dia.

Anam menerangkan, permintaan keterangan kepada Dirut PT Jasa Marga dan Kapolda Metro Jaya dilakukan untuk melengkapi berbagai informasi yang telah pihaknya dapatkan dan sedang pihaknya dalami. Dia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk membuat semuanya terang.

Tim dibentuk tak lama begitu informasi bentrokan antara polisi dengan anggota FPI diumumkan oleh kepolisian. Komnas HAM berharap semua pihak terbuka untuk memperkuat pengungkapan peristiwa yang terjadi, termasuk pihak kepolisian.

Source