Mesin Absensi Revo WFV-208BNC Untuk Yang Lebih Higienis

Mesin Absensi Revo WFV-208BNC adalah mesin absensi telapak tangan, sidik jari, dan wajah. Mesin absensi dapat membuka pintu atau berfungsi sebagai akses kontrol.

Dengan identifikasi telapak tangan (vein recognition) dan wajah memudahkan karyawan melakukan proses absensi tanpa menyentuh mesin. Sekarang karyawan punya alternatif cara absensi yang tetap akurat juga lebih praktis dan lebih higienis. Revo WFV-208BNC sangat disarankan terlebih selama adanya pandemi Covid-19 untuk meminimalisir penyebaran virus. Karyawan bisa absen kehadiran dengan telapak tangan yang didekatkan atau bisa juga dengan wajah. Mudah bukan?

Spesifikasi :

  • 2000 karyawan
  • 200.000 data absensi
  • Baterai internal
  • Cara scan : telapak tangan, wajah, sidik jari, kartu, dan PIN/password
  • Koneksi : Wifi, kabel LAN, flashdisk dan kabel USB

 

Keunggulan Revo WFV-208BNC :

  • Scan absensi dan buka pintu menggunakan telapak tangan, sidik jari, wajah, kartu dan password
  • Layar berwarna 2,8 inci dilengkapi fitur SSQ (Self Service Query) untuk memudahkan karyawan milihat data kehadirannya
  • Dilengkapi fitur SSR (Self Service Reader) untuk mengolah data karyawan, jadwal kerja dan laporan absensi dari mesin tanpa menggunakan software
  • Beragam cara scan mendukung absensi online yang dilengkapi App Mobile.

Fingerspot Revo WFV-208BNC | Mesin Absensi dan Akses Kontrol | Telapak  Tangan, Wajah, & Sidik Jari | Fingerspot

Anda Membutuhkan Jasa Intalasi Mesin Absensi Profesional?

Hubungi Dokter CCTV sekarang juga!

Whatsapp / Telepon : 0813-8720-0061

E-mail : dm@doktercctv.com

# AMAN BERSAMA DOKTER CCTV

 

Awas, Kota Surabaya Bakal Dipenuhi CCTV Face Recognition

Awas, Kota Surabaya Bakal Dipenuhi CCTV Face Recognition
Wali Kota Risma/Foto: Amir Baihaqi

Surabaya – Kota Surabaya bakal dipenuhi kamera CCTV berbasis face recognition (pengenal wajah) dengan teknologi mutakhir. Pemasangan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif menjaga keamanan di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, pihaknya kini tengah menyiapkan penambahan pemasangan CCTV face recognition. Yakni sekitar 280 kamera.

“Jadi, kita akan tambah kurang lebih 280 kamera,” kata Risma kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Sabtu (21/9/2019).

Menurut Risma, kamera yang telah dipasang sebelumnya juga telah mempunyai kemampuan face recognition. Namun pada penambahan kali ini lebih disempurnakan sehingga mampu terkoneksi dengan data kependudukan.

Dengan begitu, tutur Risma, seseorang yang tertangkap kamera bisa langsung dikenali datanya. Selain terkoneksi dengan data kependudukan, pemkot juga rencananya akan mengoneksikan kamera dengan pihak lain seperti Densus dan kepolisian.

“Yang kamera sekarang sudah bisa sekaliber itu cuma kita tambah lagi. Karena kita ingin bisa menangkap masalah-masalah itu. Jadi misalkan tabrak lari kemudian kita zoom dan kita bisa lihat wajahnya dan konek dengan data kependudukan, keluarlah data itu,” terang Risma.

“Iya ini kita akan komunikasikan dengan pihak Densus dan kepolisian juga. Ini kita lagi komunikasikan,” imbuh wali kota dua periode itu.

Ditanya kapan mulai dioperasikan? Risma memastikan bulan November CCTV sudah siap beroperasi.

“Akhir tahun ini sudah siap. Mungkin November sudah siap,” pungkasnya.
(sun/bdh)