Memantau Gunung Merapi Melalui CCTV

Link CCTV Gunung Merapi, Update Situasi Terkini Merapi Realtime - Portal  Jogja

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada ke Siaga (level III) pada Kamis (5/11/2020).

Berdasarkan evaluasi data pemantauan, disimpulkan aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke aktivitas yang membahayakan penduduk. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida. “Sehubungan dengan hal tersebut maka status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada menjadi Siaga (level III),” ujar Hanik, Kamis (5/11/2020).

Aktivitas gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini banyak dipantau oleh masyarakat, terlebih warga di sekitar Gunung Merapi.

Berikut adalah beberapa link CCTV yang bisa digunakan masyarakat untuk memantau aktivitas Gunung Merapi:

Link CCTV resmi

Dihubungi secara terpisah, Hanik mengatakan, masyarakat bisa memantau aktivitas Gunung Merapi lewat link CCTV resmi BPPTKG.

Untuk mengakses link CCTV tersebut, masyarakat pertama-tama harus mengunjungi laman resmi BPPTKG. “CCTV bisa diakses di web http://merapi.bgl.esdm.go.id/,” kata Hanik saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/11/2020) pagi. Setelah masuk di laman tersebut, masyarakat kemudian diarahkan untuk mengklik “Aktivitas Merapi” kemudian “Kamera Pengamatan”.

Selanjutnya akan muncul beberapa pantauan CCTV untuk mengamati aktivitas Gunung Merapi dan sekitarnya dari berbagai lokasi.

Adapun link CCTV pengamatannya, juga dapat dilihat di sini: https://merapi.bgl.esdm.go.id/viewer_images/index.php

Berbagai lokasi pengamatan:

Kamera CCTV Pasar Bubar

Kamera CCTV Merbabu

Kamera CCTV Kali Opak Golf

Kamera CCTV Srunen

Kamera CCTV Plawangan

Kamera CCTV Museum

Kamera CCTV Deles

Kamera CCTV Kali Kuning

Kamera CCTV Kali Gendol

Kamera CCTV Bebeng

Kamera CCTV Opak Prambanan

Kamera CCTV Boyong (Pulowatu)

Pantauan CCTV di YouTube

Selain dari laman resmi, diketahui banyak juga channel YouTube yang menyediakan tampilan CCTV dari Gunung Merapi.

Mengenai hal itu, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso memberi kebebasan bagi masyarakat untuk memilih ingin memantau aktivitas Gunung Merapi dari laman resmi maupun dari YouTube tadi. Bukan tanpa alasan, pihaknya tentu saja tidak bisa mengatur pilihan dan kebebasan warga untuk mengakses informasi. “Saya pikir itu hak warga Merapi untuk memilih. Kami tidak bisa mengatur pilihan warga,” kata Agus.

Adapun link pantauan Gunung Merapi yang tersedia di YouTube, seperti:

Channel Induk Frekom_86

Channel VolcanoYT

Channel Merapi Induk Balerante

Berikut beberapa nomor telepon penting yang dapat Anda akses maupun hubungi jika ada kondisi mendesak maupun darurat yang berhubungan dengan Gunung Merapi.

1. BPPTKG

Alamat: Jl. Cendana no. 15 Yogyakarta – 55166

DIY – Republik Indonesia

Telepon: (0274) 514192, (0274) 514180

Fax: +62-274-563630

Layanan informasi (WA saja): 0822-2407-0877

E-mail: bpptkg@esdm.go.id

Akun Twitter resmi: @BPPTKG

2. BPBD DIY

Alamat: Jalan Kenari No. 14A, Semaki, Umbulharjo Yogyakarta, 55166

Telepon: (0274) 555584, 555585 Fax: (0274) 555326

Frek output: 169.775 MHz,

Input: 164.775 MHz duplex -500 Hz tone: 88,5

Whatsapp: (0274) 555584

E-mail: pusdalopsdiy@gmail.com

Akun Instagram resmi: @bpbd_diy

Source

Tahukah Kamu Perbedaan IP Camera & CCTV? Simak Disini Yuk!

cctv camera system | ccttv and security | bay a cctv security camera  system: Security Camera Systems - CCTV Camera

Kamera pengawas menjadi salah satu alat keamanan yang cukup banyak digunakan, baik di tempat umum maupun rumah pribadi. Ada dua jenis kamera pengawas yang banyak populer saat ini, yakni IP Camera dan CCTV.

Prinsip utama dua kamera tersebut sebenarnya sama, yakni merekam video yang kemudian dikirimkan ke sebuah perangkat lalu ditampilkan di monitor. Namun, ada banyak perbedaan cara kerja dan fitur yang dimiliki masing-masing kamera.

CCTV

Closed-Circuit Television atau biasa disingkat CCTV mengandalkan sinyal analog. Sinyal analog digunakan untuk mentransmisi video dari satu kamera atau lebih ke perangkat penerima (receiver).

Kamera analog merekam gambar, lalu mengirim gambar tersebut melalui kabel coaxial ke Digital Video Recorder (DVR). DVR kemudian mengubah video dari sinyal analog ke sinyal digital, memadatkan data, dan menyimpannya dalam hard drive.

Monitor, yang digunakan untuk menampilkan hasil rekaman, harus tersambung dengan DVR. DVR bisa juga terkoneksi ke router dan modem untuk menampilkan video melalui internet dalam jaringan internal.

Secara biaya, CCTV analog bisa lebih murah daripada IP camera. DVR juga lebih mudah dipasang dan bandwidth yang dibutuhkan juga lebih rendah. Sebab, transmisi video dilakukan menggunakan DVR dan kabel coaxial, bukan LAN.

Tapi, karena itu pula, CCTV analog membutuhkan banyak kabel, apalagi jika kamera yang dipasang berjumlah banyak. Kualitas gambar yang dihasilkan CCTV analog juga lebih rendah. Resolusinya hanya 720×575. Konsekuensinya, detail video akan susah dilihat karena buram atau blur.

Selain itu, CCTV analog juga tidak memiliki kemampuan digital zoom. Hal ini patut dipertimbangkan sebelum memasang, sebab detail yang kurang jelas akan menyulitkan proses identifikasi.

Sudut pandang CCTV analog kebanyakan juga terbatas, sehingga perlu jumlah kamera yang lebih banyak apabila wilayah yang ingin diawasi cukup luas. Dengan keterbatasan bidang pandang ini pula, penempatan kamera CCTV analog harus lebih cermat. Selain itu, DVR juga memiliki port yang terbatas.

Apabila kamera yang dipasang lebih banyak, DVR yang dibutuhkan juga bisa lebih dari satu. CCTV analog juga tidak bisa dienkripsi sehingga videonya bisa saja disadap pihak lain.

AVTECH - Innovation for Video

IP camera

Berbeda dengan CCTV analog, IP camera mengandalkan koneksi internet untuk mengirim gambar tangkapannya. Namanya sendiri merupakan singkatan dari “Internet Protocol camera”. IP camera tidak memerlukan DVR sebagaimana CCTV.

IP camera membutuhkan perangkat bernama switch yang disambungkan ke network video recording (NVR), Di NVR terdapat  program software yang merekam video, mengubahnya menjadi format digital, lalu menyimpannya ke dalam perangkat penyimpanan, seperti hard disk.

Begini Caranya Berbeda dengan CCTV analog yang hanya bisa ditampilkan ke monitor yang berbasis sinyal analog pula, IP camera bisa diakses melalui perangkat yang tersambung ke internet seperti smartphone atau laptop. Rekaman video bisa diakses dengan mengunduh software khusus.

Resolusi gambar yang dihasilkan IP camera bisa jauh lebih tinggi ketimbang CCTV analog, mencapai Full HD (1080p) atau bahkan 4K. Pengguna bisa mengatur resolusi video hingga resolusi terendah, misalnya 720×480, serupa CCTV analog, untuk menghemat bandwidth.

Satu IP camera memiliki cakupan bidang pandang yang relatif lebih luas dibanding CCTV analog. Dengan demikian, tidak perlu banyak memasang kamera di area yang cukup luas. Dikarenakan tidak menggunakan kabel sebagaimana CCTV analog, IP camera menjadi lebih ringkas.

Pengguna hanya membutuhkan satu kabel LAN Cat 5 atau 6. Namun saat ini, ada pula IP camera wireless atau nirkabel. Poin plus lain dari IP camera adalah rekaman videonya dilindungi oleh enkripsi, sehingga lebih aman ketimbang CCTV analog.  Namun, bukan berarti IP camera 100 persen aman dari intipan pihak lain, karena bisa saja diretas oleh hacker.

Untuk mencegah hal ini, pemilik perlu menerapkan langkah sekuriti seperti melindungi jaringan Wi-Fi yang tersambung ke IP camera dengan pengamanan WPA2, berikut password yang sulit ditebak.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memasang IP camera. Terutama ketersediaan jaringan internet dengan bandwidth yang cukup besar. Apabila belum memiliki jaringan internet, ongkos instalasi IP camera bisa jadi akan lebih mahal di awal. Selain itu, dibutuhkan perangkat penyimpanan dengan kapasitas lebih besar mengingat resolusi videonya bisa cukup tinggi.

Source