Munculnya Teknologi Canggih Indonesia Berupa CCTV Analytics Big Data

CCTV Analytics Big Data

Kepala Diskominfo Kota Semarang Bambang Pramusinto mengklaim, penerapan teknologi CCTV Analytics berbasis big data di Kota Semarang merupakan yang pertama di Indonesia diterapkan oleh pemerintah. Meski saat ini baru pilot project di dua kawasan yakni Kota Lama dan Simpang Lima, pihaknya akan melakukan pengembangan untuk menjangkau wilayah lebih luas.

Teknologi CCTV Analytics ini mengubah visual menjadi data secara realtime. Sehingga muncul data secara realtime mengenai jumlah kendaraan, parkir liar, genangan air, sampah, dan jumlah pengunjung tempat wisata.

“Setelah peluncuran beberapa waktu lalu, kami terus melakukan komunikasi dengan sejumlah stakeholder. Terutama yang akan mendapatkan kemanfaatan langsung dengan CCTV Analytics. Misalnya berkaitan dengan masalah parkir liar, genangan air, sampah dan seterusnya. Maka kami berkoordinasi dengan Dishub, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan DPU,” ungkap Bambang, Kamis (20/8/2020).

Dia berharap teknologi CCTV Analytics ini bisa memperlihatkan potensi permasalahan secara riil di Kota Semarang.

“Teknologi ini bisa membantu mereka. Bagaimana agar teman-teman OPD lain bisa dimudahkan. Misalnya kerumunan orang di pasar sudah sedemikian parah, nanti bisa dideteksi dan ada peringatan. Potensi pendapatan parkir bisa terpantau melalui CCTV Analytics, yakni mengolah data visual menjadi big data,” katanya.

Sehingga diketahui data dari visual menjadi angka-angka secara riil. “Maka potensi pendapatan pajak parkir bisa diketahui melalui CCTV Analytics tersebut. Saya yakin teknologi ini akan memberikan maanfaat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Memang, saat ini pilot project baru diterapkan di dua lokasi, yakni kawasan Simpang Lima dan Kota Lama. Namun ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan penerapan CCTV Analytics. “Mengapa hanya dua lokasi, karena memang membutuhkan biaya cukup mahal. Pembiayaan program ini non APBD, yakni bekerja sama dengan PT Telkom dan Katalis. Mudah-mudahan ke depan bisa dikembangkan lagi. Terutama di ruas-ruas yang memiliki potensi masalah,” katanya.

Dia mengklaim, telah melakukan riset dan berkonsultasi dengan berbagai pakar teknologi di berbagai tempat seperti di Udinus Semarang dan Institut Teknologi Bogor (ITB). Termasuk sejumlah pakar yang dilibatkan dalam diskusi mengenai penerapan CCTV Analytics.

Selain mengumpulkan dan menganalisis data, lanjut dia, CCTV Analytics ini juga mampu memberikan notifikasi. “Misalnya ditempatkan di lokasi yang rawan ada orang buang sampah sembarangan, maka akan ada notifikasi. Sejauh ini CCTV yang ada hanya memuat video yang harus dipantengi,” katanya.

Sumber